<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PEMBINA: Membina Belia Muslim Wawasan &#187; Artikel Ilmiah</title>
	<atom:link href="http://pembinamelaka.com/v1/category/artikel-ilmiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pembinamelaka.com/v1</link>
	<description>Melahirkan Generasi Belia Islam Beriman, Berilmu, Prihatin, Seimbang dan Dinamik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:56:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ramadhan Saat Memperkasa Jati Diri Belia &#8211; Roszida</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2011/08/19/ramadhan-saat-memperkasa-jati-diri-belia-roszida/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2011/08/19/ramadhan-saat-memperkasa-jati-diri-belia-roszida/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 04:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aizam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Jati diri]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBINA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[PERSATUAN BELIA]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[KAJANG, 15 Ogos 2011 – Ramadhan  merupakan saat paling tepat untuk melakukan perubahan dalam diriterutama dalam memperkasakan jati diri sebagai belia Muslim. Demikian  menurut Roszida Kamaruddin, JKP PEMBINA, dalam satu temubual bersama  mediaPEMBINA di pejabat beliau. Roszida turut merujuk penulisan Yusuf  al-Qardhawi yang mengatakan bahawa terdapat 5 rahsia ramadan iaitu:
1. menguatkan jiwa
2. mendidik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">KAJANG, 15 Ogos 2011 – Ramadhan  merupakan saat paling tepat untuk melakukan perubahan dalam diriterutama dalam memperkasakan jati<a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/zida.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1193" title="zida" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/08/zida.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a> diri sebagai belia Muslim. Demikian  menurut Roszida Kamaruddin, JKP PEMBINA, dalam satu temubual bersama  mediaPEMBINA di pejabat beliau. Roszida turut merujuk penulisan Yusuf  al-Qardhawi yang mengatakan bahawa terdapat 5 rahsia ramadan iaitu:</p>
<p style="text-align: justify;">1. menguatkan jiwa<br />
2. mendidik kemahuan<br />
3. menyihatkan badan<br />
4, mengenal nilai kenikmatan<br />
5.mengingat dan merasakan penderitaan orang lain</p>
<p style="text-align: justify;">“Sekiranya setiap detik pada Ramadhan  dimanfaatkan dengan baik, sudah pasti akan memberi kesan yang baik  kepada setiap peribadi,” ujar beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Roszida menambah bahawa 30 hari dalam bulan merupakan satu tempoh  masa yang cukup melatih belia Islam mengekang hawa nafsu dengan menahan  perut dari makan dan minum. ”Rasulullah saw pernah bersabda, “Bejana  yang paling buruk/jelek adalah perut”,” beliau mengungkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa yang sama, Roszida turut menyatakan kegembiraan melihat  belia terutama mahasiswa di IPT menyambut bulan ramadhan tahun ini  dengan penuh semangat. Ianya dapat dilihat dengan poster-poster yang  digantung, serta kehadiran ke solat terawikh yang amat memberangsangkan.  Tidak kurang juga, beliau melihat ramai yang hadir ke masjid  memeriahkan majlis tadarus.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun Roszida mengingatkan kepada semua mahasiswa supaya tidak  sekadar menghayati bulan ini hanya pada awal bulan sahaja. Seharusnya  di penghujung bulan inilah yang lebih meriah dan lebih  ditingkatkan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>MediaPEMBINA</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: Web Pembina Pusat (www.pembina.com.my)</em><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2011/08/19/ramadhan-saat-memperkasa-jati-diri-belia-roszida/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Mu&#8217;min tidak pernah stress!</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2011/04/25/orang-mumin-tidak-pernah-stress/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2011/04/25/orang-mumin-tidak-pernah-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 04:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=1081</guid>
		<description><![CDATA[ 

Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cubaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)
Ibnu Katsir –semoga Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/04/26930_378457593924_656918924_3871089_5577797_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1085" title="26930_378457593924_656918924_3871089_5577797_n" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/04/26930_378457593924_656918924_3871089_5577797_n-300x199.jpg" alt="" width="410" height="231" /></a></p>
<p>Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cubaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p><em><br />
</em><em>“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”</em> (Qs Al Anbiya’: 35)<br />
Ibnu Katsir –semoga Allah Ta’ala merahmatinya– berkata, “Makna ayat ini iaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.” (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 5/342, Cet Daru Thayyibah)</p>
<p><strong>Sikap seorang mukmin dalam menghadapi masalah</strong></p>
<p>Disebabkan seorang mukmin dengan ketakwaannya kepada Allah Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, maka masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak membuatnya mengeluh atau stress, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan karena keimanannya yang kuat kepada Allah Ta’ala sehingga membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allah Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya. Dengan keyakinannya ini Allah Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,</p>
<p><em> “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em> (Qs At Taghaabun: 11)</p>
<p>Ibnu Katsir mengatakan, “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan boleh jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 8/137)</p>
<p>Inilah sikap seorang mukmin dalam menghadapi musibah yang menimpanya. Meskipun Allah Ta’ala dengan hikmah-Nya yang maha sempurna telah menetapkan bahwa <a title="Orang mukmin tak pernah stres" href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/orang-mukmin-tidak-pernah-stres.html">musibah</a> itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala dalam mengahadapi musibah tersebut. Tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang mukmin.</p>
<p>Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allah senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut. Adapun orang-orang kafir, maka mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran haiwan-haiwan (ketika mengalami kesusahan). Sungguh Allah telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,</p>
<p><em> “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.”</em> (Qs An Nisaa’: 104)</p>
<p>Oleh karena itu, orang-orang mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan. Akan tetapi, orang-orang mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allah Ta’ala.” (<em>Ighaatsatul Lahfan</em>, hal. 421-422, Mawaaridul Amaan)</p>
<p><strong>Hikmah cubaan</strong></p>
<p>Di samping sebab-sebab yang kami sebutkan di atas, ada faktor lain yang tak kalah pentingnya dalam meringankan semua kesusahan yang dialami seorang mukmin dalam kehidupan di dunia, yaitu dengan dia merenungkan dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah Ta’ala jadikan dalam setiap ketentuan yang diberlakukan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Karena dengan merenungkan hikmah-hikmah tersebut dengan seksama, seorang mukmin akan mengetahui dengan yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah justru untuk kebaikan bagi dirinya, dalam rangka menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah Ta’ala.</p>
<p>Semua ini di samping akan semakin menguatkan kesabarannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah Ta’ala dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya. Dengan sikap ini Allah Ta’ala akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi:</p>
<p><em> “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.”</em> (HSR al-Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675)</p>
<p>Makna hadits ini: Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allah Ta’ala. (Lihat kitab <em>Faidhul Qadiir</em>, 2/312 dan <em>Tuhfatul Ahwadzi</em>, 7/53)</p>
<p>Di antara hikmah-hikmah yang agung tersebut adalah:</p>
<p>1. Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai ubat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya, yang kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (karena dosa-dosanya), atau minimal berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allah Ta’ala. Oleh karena itu, musibah dan cobaanlah yang membersihkan penyakit-penyakit itu, sehingga hamba tersebut akan meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam <em>Ighaatsatul Lahfan</em> hal. 422,<em>Mawaaridul Amaan</em>). Inilah makna sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p><em>            “Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), (setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)”</em> (HR At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99 dan lain-lain, dishahihkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Adz Dzahabi dan Syaikh Al Albani dalam <em>Silsilatul Ahaadits Ash Shahihah</em>, no. 143)</p>
<p>2. Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang mukmin kepada-Nya, karena Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam <em>Ighaatsatul Lahfan</em>, hal. 424, Mawaaridul amaan) Inilah makna sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, <em>“Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.”</em> (HSR Muslim no. 2999)</p>
<p>3. Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang menjadikannya sangat jauh berbeda dengan keadaan dunia, karena Allah menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hamba tersebut hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam<em>Ighaatsatul Lahfan</em>, hal. 423, <em>Mawaaridul Amaan</em> dan Ibnu Rajab dalam <em>Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam</em>, hal. 461, Cet. Dar Ibni Hazm). Inilah di antara makna yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</p>
<p><em> “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.”</em> (HSR Al Bukhari no. 6053)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2011/04/25/orang-mumin-tidak-pernah-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seruan Al-Qaradhawi : Pelihara Revolusi Mesir!</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2011/03/08/seruan-al-qaradhawi-pelihara-revolusi-mesir/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2011/03/08/seruan-al-qaradhawi-pelihara-revolusi-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 02:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Qardhawi]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[
 
(Penterjemah: Mohd Afif Yahya)
Sheikh Yusuf al-Qaradawi yang merupakan ulama tersohor di abad ini menyeru rakyat Mesir agar dapat menaikkan negara ini dan seterusnya dapat memelihara negara Mesir daripada dipergunakan oleh tangan-tangan asing.
 
Al-Qaradawi dalam khutbah Jumaatnya baru-baru ini di Medan Al-Tahrir, Kaherah mengatakan bahawa revolusi belum lagi berakhir, malahan kini baru bermula, beliau merujuk bahawa masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/03/180501_192735714086722_100000508851984_674919_5786710_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1002" title="180501_192735714086722_100000508851984_674919_5786710_n" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/03/180501_192735714086722_100000508851984_674919_5786710_n-300x200.jpg" alt="" width="418" height="283" /></a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>(Penterjemah: Mohd Afif Yahya)</strong><strong></strong></p>
<p>Sheikh Yusuf al-Qaradawi yang merupakan ulama tersohor di abad ini menyeru rakyat Mesir agar dapat menaikkan negara ini dan seterusnya dapat memelihara negara Mesir daripada dipergunakan oleh tangan-tangan asing.</p>
<p> <br />
Al-Qaradawi dalam khutbah Jumaatnya baru-baru ini di Medan Al-Tahrir, Kaherah mengatakan bahawa revolusi belum lagi berakhir, malahan kini baru bermula, beliau merujuk bahawa masih banyak lagi tuntutan rakyat  belum terlaksana. Ianya bermula daripada penghapusan kerajaan yang dibentuk Hosni Mubarak dan kini kearah mengembalikan keadilan dan kemakmuran.</p>
<p>Al-Qaradhawi berucap dihadapan ratusan ribu rakyat Mesir bahawa ia percaya tentera Mesir akan bertindak sepertimana yang dilakukan oleh tentera kebangsaan Tunisia, mereka akan bertindak menghukum orang-orang kerajaan yang dipimpin Hosni Mubarak  dan membebaskan tahanan yang telah melenyapkan  sebahagian usia mereka di dalam penjara.</p>
<p>Al-Qaradawi juga memuji pemuda-pemuda yang sanggup berarak dan ada diantara mereka yang terkorban. Beliau menganggap bahawa jasa mereka ini seumpama kaum Ansar yang menyelamatkan orang-orang Muhajirin daripada terus ditindas oleh kaum kafir di Mekkah.</p>
<p> <br />
Al-Qardhawi juga menghuraikan dengan panjang lebar maksud ayat al-Quran yang berbunyi bahawa Tuhan tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah diri mereka sendiri ke arah kebaikan) (al-Ra’ad (13): 11). Beliau juga mengaitkan peristiwa pemuda yang berlaku di Tunisia bahawa dia tidak sesat dan menyesatkan orang lain, bahkan beliau dizalimi dan inginkan kehidupan yang adil.<br />
Al-Qardhawi juga menjelaskan persamaan pemerintahan kuku besi yang diamalkan  Mubarak dengan pemerintahan di zaman Firaun. Beliau mengaitkan reaksi Firaun apabila tukang-tukang sihir sujud kepada Nabi Musa a.s ketikamana mereka terpegun melihat mukjizat yang telah dipersembahkan kepada mereka. Lalu Firaun berkata: &#8220;Patutkah kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepada kamu?. (Surah Taha (20):71).</p>
<p>Beliau juga menyeru kepada semua rakyat Mesir agar mengikhlaskan niat dan banyak bersabar. Perubahan kearah memastikan Mesir berada di dalam keadaan yang aman memerlukan masa. Hal ini kerana semua tuntutan tidak boleh dicapai dalam masa satu hari, Jika dilihat Allah swt menciptakan langit dalam masa tujuh hari sedangkan Allah swt mampu mencipta bumi dalam masa satu hari, situasi ini mengajar kita bahawa untuk melakukan perubahan perlu berperingkat-peringkat dan beliau merujuk kepada sifat “<em>tadarruj</em>”. Beliau juga menambah bahawa untuk memulihkan kembali ekonomi Mesir memerlukan bantuan daripada anak-anak kita.<br />
Di dalam khutbahnya beliau tidak meminggirkan masyarakat Kristian dan mengatakan bahawa “Aku bercakap kepada orang Muslim dan Kristian” mengisyaratkan bahawa kemenangan revolusi hari ini untuk semua orang Mesir. Revolusi ini merupakan kemenangan bagi menjatuhkan mereka yang melakukan kerosakkan dan kezaliman. Beliau juga mengemukakan beberapa contoh jasa orang-orang Kristian yang telah disumbangkan pada revolusi baru-baru ini, antaranya ialah mereka mengepung dan menjaga keselamatan orang Islam ketikamana orang Islam bersembahyang dan berdoa.</p>
<p>Pada akhir khutbah beliau menyeru kepada penguasa-penguasa Arab bahawa sekarang cukuplah masa untuk kita mengingati sejarah revolusi. Masyarakat inginkan perubahan dan sudah cukup masanya untuk kita bergembira. Beliau juga menggesa agar kita bergerak kepada pembinaan dan perubahan (<em>Islah wa taghyir</em>).</p>
<p>Dia juga mengimpikan agar satu hari nanti beliau dapat berucap di dalam Masjid al-Aqsa sepertimana dia berucap sebegini di Mesir. Beliau juga menyeru agar Tentera Mesir dapat membuka sempada Rafah dan membebaskan Masjid al-Aqsa dari cengkaman Yahudi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2011/03/08/seruan-al-qaradhawi-pelihara-revolusi-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solat; Agen Pencegah Mungkar!</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2011/02/28/tunaikan-solat-dengan-khusyuk-nescaya-ia-mampu-mencegah-mungkar/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2011/02/28/tunaikan-solat-dengan-khusyuk-nescaya-ia-mampu-mencegah-mungkar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 11:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[
Pernah tidak anda mendengar  yang solat itu dapat mencegah daripada sifat-sifat keji dan mungkar? Tentu pernah bukan. Ia merupakan intipati kepada firman Allah Subahanahu Wa Ta’ala yang bermaksud:
&#8220;Bacalah serta ikutlah (Wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu daripada al-Quran, dan dirikanlah solat (dengan tekun); sesungguhnya solat itu mencegah daripada perbuatan yang keji dan mungkar; dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/02/solat.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-975" title="solat" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/02/solat-300x193.jpg" alt="" width="535" height="337" /></a></p>
<p>Pernah tidak anda mendengar  yang solat itu dapat mencegah daripada sifat-sifat keji dan mungkar? Tentu pernah bukan. Ia merupakan intipati kepada firman Allah Subahanahu Wa Ta’ala yang bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Bacalah serta ikutlah (Wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu daripada al-Quran, dan dirikanlah solat (dengan tekun); sesungguhnya solat itu mencegah daripada perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.&#8221;</em><em><br />
(Surah al-Ankabut: 45).</em></p>
<p>Tapi, hakikatnya, ia tidak berlaku seperti apa yang termaktub pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut. Kenapa ia berlaku?, saya pun tidak tahu jawapan yang sebenar. Boleh jadi ia melibatkan banyak faktor samada dari sudut luaran dan dalaman orang yang bersolat tersebut.</p>
<p>Cuma, melalui pemerhatian dan ‘kajian’ yang saya lakukan, saya menjumpai satu faktor yang menyebabkan berlakunya masalah ini.</p>
<p>Antara puncanya adalah kebanyakan orang yang bersolat tidak sedar dengan apa yang dilakukan ketika solat.</p>
<p>Apa yang dimaksudkan dengan tidak sedar? Mereka <strong>tidak faham</strong> dengan butir-butir kalimah yang dituturkan dan membawa kepada <strong>lalai</strong> dan <strong>tidak khusyuk</strong> dalam solat.</p>
<p>Jadi, tidak mustahil setiap solat yang dilakukan tidak dapat mengubah seseorang itu menjadi lebih baik, dan tidak dapat mengubah orang yang bersifat mazmumah kepada orang yang bersifat mahmudah.</p>
<p>Solat yang didirikan dan setiap pergerakan yang dilakukan boleh dianggap sia-sia jika orang yang bersolat itu tidak mencapai khusyuk semasa bersolat dan dianggap lalai dalam mengerjakan solat tersebut.</p>
<p><strong>Awas!</strong> Jika solat kita adalah solat yang lalai, maka hukumannya sangat pedih iaitu <strong>NERAKA WAIL</strong>!.</p>
<p>Firman Allah SWT yang bermaksud:</p>
<p><em>“..Neraka Wail (celakalah) bagi orang yang bersolat.</em></p>
<p><em>Iaitu orang yang lalai di dalam solatnya..’</em></p>
<p><em>[Surah Al-Ma’un, 107: 4-5].</em></p>
<p>Adapun syarah tafsir mengenai ayat ini panjang dan ulama’ banyak mencirikan situasi bagi orang yang lalai ini, tapi ia jelas menunjukkan bahawa <strong>kecelakaan bagi orang yang lalai dalam solatnya</strong>. Na’udzubillahi min dzalik. Moga Allah SWT melindungi kita daripada perkara tersebut.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Solat Merupakan Doa.</span></strong></p>
<p>Di dalam solat, sekiranya dapat kita hayati setiap bait-bait kalimah yang dilafaz ketika solat, ia merupakan himpunan puji-pujian dan doa-doa.</p>
<p>Ya, ia merupakan himpunan puji-pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan doa-doa kebaikan untuk kita pohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Antaranya ialah bacaan Surah Al-Fatihah, bacaan ketika rukuk, bacaan ketika duduk antara 2 sujud, bacaan ketika sujud dan sebagainya. Jadi perlulah kita memahami setiap bait kalimah yang dituturkan supaya kita lebih menghayati dan merasai yang kita sedang berhubung dengan Tuhan Sekalian Alam.</p>
<p>Antara doa yang paling tinggi nilainya pada hemat saya ialah bacaan ketika duduk antara 2 sujud. Pada saat itu, kita sebenarnya sedang memohon keampunan daripada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian ditambah pula dengan permohonan supaya diberikan rahmat-Nya, dicukupkan keperluan bagi kita untuk menghadapi kehidupan di dunia, diangkat darjat kita di sisi-Nya, diberikan rezeki, ditunjukkan jalan yang lurus, diberikan kesihatan yang baik dan diampunkan dosa-dosa.</p>
<p>Nah, hebat bukan doa disaat duduk antara 2 sujud. Doa yang membawa <strong>kebaikan di dunia dan di akhirat!</strong></p>
<p>Maka, bersolatlah dengan sedar, kerana Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya menerima solat orang sedar dan memakbulkan doa orang yang berdoa dalam keadaan sedar.</p>
<p>Oleh itu, memahami setiap bacaan di dalam solat ini tersangatlah perlu supaya ia dapat menambahkan kekhusyukan, menolak daripada lalai di dalam solat, dan yang paling baik ialah mendapat kemanisan di dalam solat.</p>
<p>Jelas sudah tentang kepentingan memahami maksud bacaan dalam solat.</p>
<p>Jadi, jangan berlengah, jangan bertangguh, berusahalah dengan bersungguh-sungguh untuk memahami bacaan dalam solat kalian.</p>
<p>Pergilah ke kedai buku atau toko-toko buku agama yang berdekatan, carilah buku yang mengajar tentang solat, insyaAllah di dalam buku tersebut ada maksud bacaan dalam solat. Ataupun, bagi yang tidak berkemampuan/berkelapangan untuk ke kedai buku, cari sahaja di dalam internet, insyaAllah anda akan jumpa banyak artikel-artikel yang membincangkan tentang maksud kalimah-kalimah dalam solat ini.</p>
<p>Moga artikel ini memberi manfaat kepada kalian dan panjangkanlah manfaatnya kepada orang lain. Moga kalian tergolong dikalangan orang-orang yang membuat kebaikan.</p>
<p>Dari Muawiyah katanya yang bermaksud;</p>
<p>:يَقُولُ وَسَلَّمَ، عَلَيْهِ للَّهُا صَلَّى النَّبِيَّ سَمِعْتُ</p>
<p>( <strong>الدِّينِ فِي يُفَقِّهْهُ خَيْرًا بِهِ اللهُ يُرِدِ</strong> <strong>مَنْ</strong> )</p>
<p>[عليه متفق]</p>
<p><em> “Barang siapa yang diingini Allah dengannya kebaikan, diberikan kefahaman agama.”</em></p>
<p><em>[Hadis riwayat Bukhari dan Muslim]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2011/02/28/tunaikan-solat-dengan-khusyuk-nescaya-ia-mampu-mencegah-mungkar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rancang Bajet Anda</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2011/01/05/rancang-bajet-anda/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2011/01/05/rancang-bajet-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 03:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Am]]></category>
		<category><![CDATA[budget]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBINA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[
Istilah bajet mula dipopularkan ketika pembentangan belanjawan negara bagi tahun 2003 oleh Yang Amat Behormat Perdana Menteri Malaysia pada ketika itu, Tun Dr. Mahathir Mohamad. Menurut Kamus Dewan Edisi Keempat bajet adalah satu istilah lain yang merujuk kepada istilah belanjawan di mana ia ditafsirkan sebagai “perhitungan banyaknya wang yang akan diterima (sebagai pendapatan) dan dibelanjakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/budget.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-866" title="budget" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2011/01/budget.jpg" alt="" width="402" height="401" /></a></p>
<p>Istilah bajet mula dipopularkan ketika pembentangan belanjawan negara bagi tahun 2003 oleh Yang Amat Behormat Perdana Menteri Malaysia pada ketika itu, Tun Dr. Mahathir Mohamad. Menurut Kamus Dewan Edisi Keempat bajet adalah satu istilah lain yang merujuk kepada istilah belanjawan di mana ia ditafsirkan sebagai “perhitungan banyaknya wang yang akan diterima (sebagai pendapatan) dan dibelanjakan, butiran ringkas anggaran pendapatan, dan perbelanjaan”. Dalam erti kata lain, ia adalah pelan perbelanjaan berdasarkan wang yang diperoleh atau dijangka untuk diperoleh.</p>
<p>Bajet merupakan antara perancangan yang penting dalam kehidupan seseorang. Hal ini kerana, perancangan yang teratur ketika menguruskan perbelanjaan mampu membantu seseorang untuk mengelakkan diri dari menghadapi masalah kewangan seperti berbelanja melebihi kemampuan dan seterusnya mengelakkan berhutang.</p>
<p>Seperti yang kita maklum, hutang merupakan sesuatu yang harus dielakkan sekiranya tiada keperluan mendesak. Bahaya hutang dapat dilihat daripada hadith Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin al-‘As r.a yang bermaksud “Diampunkan semua dosa bagi orang yang mati syahid kecuali jika ia mempunyai hutang (kepada manusia)” (Riwayat Muslim).</p>
<p>Walaubagaimanapun, keadaan pada hari ini menyebabkan generasi belia banyak terbeban dengan masalah hutang. Bagi mereka yang terpaksa berhutang kerana memenuhi keperluan asas dan pelajaran, hal ini dapat difahami – selagi mana ia tidak bertentangan dengan syarak dan berdasarkan kemampuan. Namun, malang sekali apabila wang yang dipinjam itu dianggap sebagai wang sendiri lalu wang tersebut digunakan dengan senang lenang untuk perkara yang tidak perlu dan lebih teruk lagi jika wang yang dipinjam menjadikan seseorang itu terlibat dengan riba.</p>
<p>Di kalangan belia yang bekerja, kemudahan kad kredit yang senang didapati digunakan untuk perkara dan keperluan yang tidak mendesak secara tidak terkawal sehingga akhirnya boleh membawa kepada status muflis. Begitu juga di kalangan mahasiswa dan mahasiswi yang terlibat – wang pinjaman pelajaran digunakan ke arah sesuatu yang tidak menyumbang kepada perkembangan dan kematangan minda pelajar.</p>
<p>Oleh yang demikian, sebagai langkah awal untuk merancang bajet, wang yang diperoleh dan yang dibelanjakan hendaklah mula direkodkan supaya seseorang itu boleh mengenali dan menganalisa pola perbelanjaan mereka. Kenal pasti di antara keperluan serta kehendak dan dahulukan yang penting seperti simpanan kecemasan dan sebagainya.</p>
<p>Dengan berbuat demikian, seseorang boleh mengenal pasti sebarang perubahan yang perlu dilakukan ke arah pengurusan wang yang lebih baik. Hal ini penting kerana sebagai seorang Muslim, kita hendaklah memastikan bahawa nikmat yang diperoleh itu diuruskan dan diagihkan dengan baik kerana harta yang diperoleh merupakan satu amanah dari Allah s.w.t. Sesungguhnya, setiap nikmat yang diperoleh akan disoal oleh Allah s.w.t. ketika di akhirat kelak.</p>
<p>Disiplin dan mujahadah yang tinggi juga amat diperlukan untuk memastikan bajet yang telah dirancang dapat dituruti. Walaubagaimanapun, bajet boleh diubahsuai mengikut perkembangan semasa seperti pertambahan pendapatan dan perubahan harga barang.</p>
<p>Kesimpulannya, kita haruslah merancang dalam hal pengurusan harta dan kewangan untuk memastikan setiap pendapatan yang kita belanjakan adalah sesuai dengan kemampuan dan memberi manfaat. Walaubagaimanapun, kita hanya mampu merancang, Allah jua yang berkuasa untuk menentukan.</p>
<h2><strong>اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ</strong></h2>
<p><em>”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” </em></p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<p>M Hafez B Yusof<br />
Setiausaha<br />
Persatuan Belia Islam Nasional<br />
Cawangan Kuala Lumpur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2011/01/05/rancang-bajet-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di sebalik tabir…..Aidil Adha</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2010/11/16/di-sebalik-tabir%e2%80%a6-aidil-adha/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2010/11/16/di-sebalik-tabir%e2%80%a6-aidil-adha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 04:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[aidil adha]]></category>
		<category><![CDATA[MMU]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBINA Melaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
“10 Zulhijjah”- Masihkah kita ingat akan tarikh ini? Atau masihkah ada jiwa-jiwa lalai yang lupa atau buat-buat lupa tentang peristiwa besar yang berlaku pada hari tersebut? Andai ada yang lupa, kalimah agung Allah dari Surah as-Saffat, ayat 102-109 ini mungkin dapat mengingatkan kembali.
Antaranya Allah menyatakan,
Maksudnya:
“Maka tatkala anaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align: justify;">“10 Zulhijjah”- Masihkah kita ingat akan tarikh ini? Atau masihkah ada jiwa-jiwa lalai yang lupa atau buat-buat lupa tentang peristiwa besar yang berlaku pada hari tersebut? Andai ada yang lupa, kalimah agung Allah dari Surah as-Saffat, ayat 102-109 ini mungkin dapat mengingatkan kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Antaranya Allah menyatakan,</p>
<p style="text-align: justify;">Maksudnya:</p>
<p style="text-align: justify;">“Maka tatkala anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: “Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu, anaknya menjawab: ‘Wahai bapaku, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya-Allah, ayah akan mendapati aku dari orang-orang yang sabar. Setelah keduanya telah berserah bulat-bulat ( menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim A.S. merebahkan anaknya dengan meletakkan mukanya di atas tumpuk tanah (Kami sifatkan Ibrahim – dengan kesungguhan azamnya itu – telah menjalankan perintah Kami, serta Kami menyerunya, “Wahai Ibrahim! engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu”. Demikianlah sebenarnya kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan. Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata, dan kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar”. Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian. “ Salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat-ayat tersebut, Allah menceritakan, bagaimana keimanan yang tinggi yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim a.s. dapat melaksanakan perintah Allah, sekalipun terpaksa mengorbankan jiwa anak kesayangannya Ismail a.s. Begitu juga kekuatan iman Nabi Ismail a.s. yang sedia menerima perintah sekalipun dirinya sebagai taruhan. Pengorbanan dan kesabaran seperti ini yang sepatutnya diterapkan dalam jiwa kita agar kita berjaya mengharungi segala ujian dan cabaran dalam kehidupan dunia ini, dalam kita melaksanakan segala perintah Allah s.w.t.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedar tak sedar, sebenarnya pengorbanan begitu besar ertinya dan begitu luas, bukan setakat membawa maksud menumbangkan seekor lembu atau unta dan kemudiannya mengagih-agihkannya. Ramai dari kita yang masih belum sedar akan peri pentingnya pengorbanan. Jikalau konsep pengorbanan yang sebenar-benarnya dijadikan tunjang dalam hidup kita, nescaya keadaan umat Islam pada hari ini mungkin jauh lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sama-sama maklum, antara dua kelemahan utama umat Islam hari ini ialah dari segi penguasaan ilmu dan ekonomi. Jika kita menguasai ilmu, kita akan dapat memajukan ekonomi kita dan sekiranya kita dapat menguasai ekonomi, ia dapat memperkasakan lagi penguasaan ilmu kita. Kedua-dua usaha ini amat dituntut oleh Islam. Malangnya, banyak negara Islam yang gagal memenuhi tuntutan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa tidak kita aplikasikan konsep pengorbanan untuk menguasai kedua-dua perkara ini? Pengorbanan untuk menguasai ilmu bukan hanya merujuk kepada pengorbanan dari segi kewangan.Yang lebih penting ialah pengorbanan di pihak individu, lebih-lebih lagi pelajar Islam untuk menuntut ilmu dan pengajian berbanding perkara-perkara lain. Bagi ibu bapa, seeloknya kita mendahulukan keperluan pendidikan anak-anak, berbanding keperluan kebendaan yang bersifat kosmetik. Begitu juga, pengorbanan masyarakat hendaklah mengutamakan majlis ilmu berbanding kecintaan kepada hiburan yang melulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Penguasaan ekonomi juga perlu dilihat dengan cara yang serupa. Baik di peringkat individu, keluarga, masyarakat, mahupun negara. Semua umat Islam perlu berusaha bersungguh-sungguh bagi menyumbang kepada kekuatan ekonomi ummah. Bekerja, baik bekerja sendiri mahupun makan gaji, perlu diniatkan sebagai satu usaha bukan hanya untuk mencari makan atau meneguhkan kedudukan ekonomi keluarga, tetapi juga untuk meningkatkan ekonomi ummah dan memartabatkan agama. Berkorban untuk agama boleh menjadi pendorong utama kepada usaha yang bersungguh-sungguh ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga dengan cara ini, kita sentiasa ingat kepada tanggungjawab kita sebagai hamba Allah dan terhadap ummah keseluruhannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh yang demikian, marilah kita menghayati erti pengorbanan dengan mengamalkan sikap suka berkorban dalam apa jua bidang bila diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya betapa mulianya bila kita membudayakan sikap suka berkorban berdasarkan kemampuan masing-masing terutamanya demi kemaslahatan ummah sejagat seperti, berkongsi ilmu bagi orang yang berilmu dalam usaha membina ketamadunan ummah, berkongsi akal fikiran dalam melahirkan masyarakat yang bijaksana, berkongsi harta benda dan tenaga bagi membantu orang yang memerlukan bantuan sebagai usaha bagi mewujudkan hubungan baik dengan sesama manusia, menumpukan masa untuk melaksanakan perintah Allah walau dalam apa keadaan sekalipun bagi memelihara hubungan baik dengan Allah Taala dan pengorbanan jiwa dan raga sebagaimana yang dilakukan oleh angkatan tentera demi menjaga keamanan dan keselamatan negara serta masyarakat. </p>
<p style="text-align: justify;">Semoga Aidil Adha kita pada kali ini lebih bermakna dan mendapat ganjaran yang melimpah-ruah dari Allah Subhanahu wa Taala. Saya akhiri dengan kalimah Alah dari Surah al-Kausar ayat 2, yang bermaksud,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maka bersolatlah kamu untuk Tuhanmu dan bersembelihlah(berqurban untuk Tuhanmu)”</p>
<p style="text-align: justify;"> Wassalam…</p>
<p style="text-align: justify;">Bakal akauntan bertauliah,</p>
<p style="text-align: justify;">WanHaffiz, MMU Melaka</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2010/11/16/di-sebalik-tabir%e2%80%a6-aidil-adha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca: Satu kebolehan mistik?</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2010/05/11/membaca-satu-kebolehan-mistik/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2010/05/11/membaca-satu-kebolehan-mistik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:11:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Am]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Allah mengurniakan kepada saya hobi yang pelik – suka membeli buku. Alhamdulillah hati saya dicenderungkan Allah untuk meminati buku-buku agama, ilmiah, sejarah, ‘self-help&#8217; dan sebagainya. Namun, saya kurang cenderung kepada novel-novel  , syair dan puisi kecuali pada zaman awal ketika saya mula minat membaca, barangkali kerana saya mengambil jurusan sains..  Lantas perpustakaan mini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, Allah mengurniakan kepada saya hobi yang pelik – suka membeli buku. Alhamdulillah hati saya dicenderungkan Allah untuk meminati buku-buku agama, ilmiah, sejarah, ‘self-help&#8217; dan sebagainya. Namun, saya kurang cenderung kepada novel-novel  , syair dan puisi kecuali pada zaman awal ketika saya mula minat membaca, barangkali kerana saya mengambil jurusan sains..  Lantas perpustakaan mini saya mula berkembang.</p>
<p>Saya masih ingat lagi koleksi buku pertama yang mula saya kumpulkan – novel-novel fiksyen Tom Clancy. Selepas habis satu novel, saya beralih ke sekuel seterusnya, sambil menghayati idea-idea politik dunia yang digarap oleh  Tom Clancy. Itu kisah 14 tahun dahulu. Malangnya minat membaca itu perlahan-perlahan ditelan arus kemodenan. Saya kemudiannya asyik dengan komputer dan internet. Memang ada manfaatnya tetapi hari ini saya merasa kerugiannya. Alangkah baiknya jika tempoh empat atau lima tahun itu diisi dengan membaca.</p>
<p>Pernah saya terbaca di dada akhbar, pelajar universiti Malaysia hanya membaca secara purata 12 buah buku sepanjang tempoh 3 tahun pengajian.  Bermakna hanya 4 buah buku setahun, sebuah buku setiap 3 bulan. Ini terlalu jauh jika dibandingkan dengan pelajar Australia yang membaca 180 buah buku dalam tempoh yang sama!! Bahkan pelajar Indonesia pun membaca 94 buah buku!! (sumber: <a href="http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2007&amp;dt=1210&amp;pub=Utusan_Malaysia&amp;sec=Rencana&amp;pg=re_06.htm">Utusan Malaysia</a>)</p>
<p>Apabila kita meneliti statistik akhbar, akhbar berbahasa Inggeris lebih besar jualannya jika dibandingkan dengan akhbar berbahasa Melayu.</p>
<p>Saya risau. Adakah ini bermakna pelajar Melayu atau umat melayu umumnya membaca akhbar bahasa Inggeris? Atau sebenarnya kita sememangnya  umat yang sedikit membaca? Atau mungkin kita membaca e-book? Kesimpulannya adalah jelas. Tepuklah dada, tanyalah hati. Adakah kita suka membaca? Apakah kualiti pemuda yang bakal kita lahirkan?</p>
<p>Saya cuba membuat sedikit kiraan tentang kaedah pembacaan. Secara purata, sebuah buku sederhana ada lebih kurang 300 muka surat dan setiap muka surat mengandungilebih kurang 250 patah perkataan. Jadi sebuah buku mengandungi lebih kurang 75,000 patah perkataan.</p>
<p>Jika kita membaca pada kadar 250 perkataan seminit (kelajuan yang agak normal) selama 15 minit setiap hari, maka kita akan dapat menghabiskan satu buku dalam masa 20 hari. Dalam 3 tahun kita seharusnya dapat menghabiskan 54 buah buku. Satu jumlah yang jauh lebih besar daripada hanya 12 buku.</p>
<p>Bayangkanlah jika kita membaca 54 buah buku dalam satu bidang, betapa besarnya  ilmu yang bakal kita peroleh. Jika kita membaca 54 buah buku dalam 3 atau 4 bidang, masih lagi kita dikira sangat arif  dalam bidang-bidang tersebut. Bagaimana jika kita terus membaca untuk 10 tahun seterusnya. Betapa kita bakal menjadi sebuah bangsa yang berpengetahuan dan terpelajar (walaupun masih di belakang Australia atau Indonesia).</p>
<p>Mungkin boleh saya kongsikan sedikit petua yang saya amalkan.</p>
<ol>
<li>Mulakan dengan membeli atau meminjam apa jua buku dalam bidang yang diminati. Tidak kiralah novel, buku sejarah, politik, ekonomi dan sebagainya. Belilah buku yang mudah dibaca i.e. tidak terlalu tebal.</li>
<li>Letakkan sasaran untuk menghabiskan buku tersebut dalam jangkamasa tertentu. Sudah tentu lebih singkat lebih baik. Mungkin kita boleh sasarkan agar pembacaan selesai dalam tempoh 10 ke 14 hari.</li>
<li>Amalkan sikap berkongsi apa yang dibaca dengan sahabat-sahabat atau di blog-blog peribadi. Buah kata dengan sendirinya menjadi lebih berisi apabila kita berbicara tentang buku-buku yang dibaca.</li>
<li>Luangkan masa 15 ke 30 minit sehari untuk membaca secara konsisten. Pilihlah waktu yang paling sesuai, di awal pagi, sebelum tidur atau bila-bila yang sesuai dengan diri.</li>
<li>Sentiasa ingatkan diri bahawa setiap bacaan kita untuk menimba ilmu akan menjadi ibadah dan diganjari Allah.</li>
</ol>
<p>Untuk saya, kejayaan menghabiskan satu buku secara semulajadi akan memberi motivasi untuk buku seterusnya. Sahutlah seruan pemilik segala ilmu dalam bait yang pertama diturunkan kepada Nabi kita Muhammad s.a.w. “Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan…” Jangan kita tertipu dengan kemudahan sumber maklumat kerana banyak maklumat yang mudah diperoleh itu kurang manfaatnya. Maklumat yang paling banyak disebarkan rata-ratanya adalah berita-berita sensasi, gosip atau berita-berita yang tidak membina jiwa dan intelek kita. Ilmu itu tetap terkandung di dalam buku atau bacaan ilmiah. Khazanah masih tersimpan di lembaran-lembaran di kedai buku dan khutubkhanah, menanti tangan-tangan pemuda ini untuk mengambil manfaat daripadanya. Semoga kita mengamalkan budaya membaca dalam hidup kita. 30 minit sehari pun sudah memadai.</p>
<p>Disediakan oleh :</p>
<p>Saudara Amru Iskandar</p>
<p>P/S:  Penulis sedang cuba menghabiskan buku “Alexander adalah Zulqarnain”. Boleh tahan tebalnya, 727 muka surat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2010/05/11/membaca-satu-kebolehan-mistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahai Belia, Jadilah &#8216;Sang Belia&#8217;!</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2010/04/03/wahai-belia-jadilah-sang-belia/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2010/04/03/wahai-belia-jadilah-sang-belia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 07:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Belia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Kemungkaran dan kezaliman sudah berlaku di depan mata. Apa peranan kita wahai belia? Bangkitkan SANG BELIA dalam diri dan cetuskanlah sinar perubahan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-638" title="kingdom-of-heaven-9" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2010/04/kingdom-of-heaven-9.jpg" alt="kingdom-of-heaven-9" width="571" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;">Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun&#8230; dan akhirnya DUNIA BERGANTI DUNIA dan AKHIRAT menyapa kita! Wahai Sang Belia!</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menyeru Sang Belia yang ada dalam setiap diri belia. Aku menyeru Sang Belia untuk menampilkan wajahnya, keberaniannya dan ketangkasannya dalam membuat kerja, tidak mengenal erti penat-lelah dalam diari kehidupannya yang padat dengan babak-babak pengorbanan di jalan Allah. Hakikatnya, belia sepatutnya menjadi PROAKTIF seperti &#8216;Sang Singa&#8217;. Tetapi bagaimana?</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mengimani dakwah Ilallah sebagai jalan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Belia Muslim harus sedar  bahawa dakwah ialah satu kewajipan terhadap mereka.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yg </em><em>baik dan berdebatlah dgn mereka dgn cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yg lebih mengetahui siapa yg sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih  mengetahui siapa yg mendapat petunjuk [16:125]</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru </em><em>kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung [3:104]</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menyampaikan mesej dakwah merupakan  tanggungjawab setiap Muslim berdasarkan kemampuan mereka. Walaubagaimanapun, dakwah ini haruslah bertunjangkan ilmu dan tindakan. Seseorang tidak boleh menyeru seseorang yang lain kepada Islam tanpa ilmu pengetahuan yang benar dan mengamalkannya terlebih dahulu dalam kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanggungjawab ini ditekankan di dalam surah berikut yang menerangkan bahawa tidak menyampaikan risalah Islam dan menyembunyikan ilmu pengetahuan merupakan ketidakpatuhan terhadap Allah dan menyebabkan sumpah Allah dijatuhkan ke atas mereka.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Sungguh, orang-orang  yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan </em><em>berupa keterangan-keterangan dan petunjuk setelah Kami jelaskan kapada manusia dalam Kitab (AlQur&#8217;an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat[2:159]</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Menyeru manusia kepada Allah bermaksud menyempurnakan ibadah seseorang itu kepada Allah, ibadah yang merupakan tujuan manusia itu diciptakan Allah. Dalam erti kata lain, berdakwah melengkapkan sifat muslim seseorang itu. Hal ini  berdasarkan pada firman Allah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang </em><em>menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh aku termasuk orang muslim (yang berserah diri)?” [41:33]</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dakwah yang ikhlas merupakan salah satu amalan yang paling mulia yang menjanjikan pulangan pahala yang BESAR.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Sabda Nabi Muhammad saw. :“Jika sekiranya Allah memberi </em><em>petunjuk kepada seorang lelaki keranamu, nescaya itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ayuh! Bangunlah belia dari tidurmu yang panjang dan berubahlah menjadi Sang Belia! Pikullah tugas dakwah yang mulia ini yang sebenarnya merupakan fitrah yang terselit dalam jiwamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, apa yang berlaku kini cukup menyedihkan. Belia hanyut dalam arus khayalan dan fantasi sehingga leka dalam mainan dan hiburan. Belia hanyut dalam arus percintaan yang tiada ikatan dan jaminan sehingga terjebak ke dalam kancah perzinaan dan pembunuhan.  Belia tertipu dengan bisikan syaitan dan terperangkap dalam nafsu yang bermaharajalela sehingga kabur yang mana lawan dan yang mana kawan, yang mana haram dan yang mana halal, yang mana benar dan yang mana salah. Belia selesa dengan kenikmatan dan kesenangan dunia sehingga lupa erti prihatin, jihad dan pengorbanan. Belia terlalu  SIBUK DENGAN AGENDA DIRI sehingga MENGGADAIKAN AGENDA UMAT DI TEPI JALANAN.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangkitlah belia dan ubahlah arus perhambaan sesama manusia kepada penyembahan Allah, kezaliman dunia kepada keadilan Islam, kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk tatapan Sang Belia:</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tempoh 5 tahun, bermula 2005, sudah dilaporkan 109,199 kes anak luar nikah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(sumber:<a rel="nofollow" href="http://drhalimahali.wordpress.com/2008/04/04/indeks-jenayah-meningkat-ke-arah-negara-yang-tak-selamat/" target="_blank">http://drhalimahali.wordpress.com/2008/04/04/indeks-jenayah-meningkat-ke-arah-negara-yang-tak-selamat/</a>)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kes rogol telah meningkat sebanyak 85% dari 2004 hingga ke 2007</p>
<p style="text-align: justify;">Kes samun (melibatkan kekerasan) telah meningkat sebanyak 61% atau 1.6 kali ganda pada 2007 berbanding 2004</p>
<p style="text-align: justify;">Sebanyak 33599 kejadian pecah rumah direkodkan pada 2007 berbanding 24904 pada tahun 2004. Statistik ini menunjukkan pertambahan sebanyak 8695 kes dan peningkatan sebanyak 35% pada tahun 2007 berbanding tahun 2004</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Statistik Polis Diraja Malaysia &amp; Journal of the Kuala Lumpur Royal Malaysia Police College</p>
<p style="text-align: justify;">Kemungkaran dan kezaliman sudah berlaku di depan mata. Apa peranan kita wahai belia? Bangkitkan SANG BELIA dalam diri dan cetuskanlah sinar perubahan, bawalah gelombang kesejahteraan di bumi ini atas nama-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Disediakan oleh,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Siti Amalia Samaruddin<br />
Ahli PEMBINAmelaka.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2010/04/03/wahai-belia-jadilah-sang-belia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Otak Kecil, Penyelesai Masalah Besar</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2010/03/05/otak-kecil-penyelesai-masalah-besar/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2010/03/05/otak-kecil-penyelesai-masalah-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 04:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[lebah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[ Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahawa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?&#8221; Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahawa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?&#8221; Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik..”</em> (Surah a-Baqarah: ayat 26)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ayat di atas adalah salah satu dari ayat-ayat al-Quran yang menyebut tentang serangga, makhluk Allah yang sangat kecil, tetapi banyak pengajaran dan kebaikan yang boleh dimanfaatkan oleh manusia di dalam kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2010/03/Serangga.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-595" title="Serangga" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2010/03/Serangga.jpg" alt="Serangga" width="480" height="379" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita lihat kajian yang telah dilakukan oleh pengkaji Barat tentang kehebatan serangga, yang hanya mempunyai otak yang kecil tetapi boleh menyelesaikan urusan yang besar. Subhanallah! Pelbagai kajian menunjukkan ada serangga yang boleh mengira, mengklasifikasikan objek dan juga boleh mengenal muka-muka manusia – kesemuanya dengan menggunakan otak yang sebesar kepala jarum peniti.</p>
<p style="text-align: justify;">Serangga ibarat sebuah <span id="more-582"></span>mesin ringkas yang berinteraksi dengan keadaan sekeliling malah boleh mengubah cara interaksi berdasarkan situasi dan keadaan pada waktu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebah madu sebagai contoh, boleh mengenal sesuatu bentuk sama ada bentuk tersebut bersifat simetri atau tidak. Lebah juga boleh mengenal pasti objek berdasarkan konsep ‘sama’ atau ‘lain’ serta mengetahui untuk berhenti terbang selepas beberapa ‘landmark’ tanpa perlu bergantung kepada jumlah jarak perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebah juga boleh menyengat, mencari makanan, menjaga sarang dan mengipaskan sayap mereka untuk menyejukkan sarang dan banyak lagi sifat-sifat unik yang tidak pernah terlintas di fikiran kita. Sebahagian daripada kita mungkin berasa takjub memikirkan bagaimana otak yang kecil ini yang hanya mengandungi jumlah neurons yang sedikit berbanding otak manusia mampu untuk melakukan semua ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Malah saintis Barat menjadikan lebah sebagai model untuk merekacipta perisian yang dapat mengenali muka manusia (face recognition) dari pelbagai sudut, jarak dan tahap emosi. Sesuatu yang boleh dilakukan oleh serangga bernama lebah tetapi belum tentu mampu dilakukan oleh perisian yang tercanggih pada hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramai antara saintis terdahulu beranggapan bahawa otak yang lebih besar mengandungi jutaan neuron yang berkadar langsung dengan kebijaksanaan. Lebih banyak neuron, maka lebih bijaklah organism tersebut.  Walau bagaimanapun, kajian telah membuktikan keupayaan otak tidak berkadar langsung dengan saiz otak. Otak ikan paus yang seberat 10 kg dan terdiri daripada 200 billion neuron tidaklah lebih bijak berbanding otak manusia yang hanya seberat 1 kg dan hanya terdiri daripada 85 billion neuron.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini kerana, kadangkala otak yang besar hanya untuk melengkapkan tubuh badan yang besar bagi mengawal otot, deria dan sistem-sistem badan yang lain tetapi tidak memberi manfaat dari segi kecerdikan (intelligence). Seperti sebuah komputer, penambahan saiz mungkin akan menambah kapasiti penyimpanan (storage), kelajuan serta menambah keupayaan untuk melaksanakan program. Namun pada masa sama hal ini memerlukan tenaga yang banyak untuk menyokong ‘otak yang  besar’ tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kesimpulannya, marilah kita sama-sama bermuhasabah tentang otak  dan akal yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Adakah kita telah betul-betul menggunakannya pada jalan kebaikan. Adakah ia telah digunakan untuk mengenali Pencipta yang Maha Esa? Atau ia sekadar menjadi otak yang besar yang hanya menyokong tubuh kita?  Adakalanya, kita sememangnya lemah jika dibandingkan dengan makhluk Allah yang kecil, hatta seekor  lalat&#8230;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.”</em> (Surah al-Hajj: ayat 73)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nukilan</p>
<p style="text-align: justify;">Mohd Nazeri Kamaruddin<br />
<em>EXCO Perhubungan Luar,<br />
PEMBINAmelaka.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2010/03/05/otak-kecil-penyelesai-masalah-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Tanggang Muncul Kembali?</title>
		<link>http://pembinamelaka.com/v1/2010/02/26/si-tanggang-muncul-kembali/</link>
		<comments>http://pembinamelaka.com/v1/2010/02/26/si-tanggang-muncul-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 23:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Derhaka]]></category>
		<category><![CDATA[Si Tanggang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pembinamelaka.com/v1/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, media massa banyak sekali memaparkan kisah-kisah dan berita ibu bapa yang diabaikan oleh anak-anak mereka. Sebagai contoh, pada 15 Januari yang lalu, akhbar melaporkan seorang lelaki berusia 60 tahun yang menghidap penyakit buah pinggang telah ditinggalkan oleh anaknya di pusat hemodialisis di Kangar. Anak kepada lelaki tersebut tidak datang menjemput bapanya walaupun telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2010/02/IMG-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-564" title="IMG-1" src="http://pembinamelaka.com/v1/wp-content/uploads/2010/02/IMG-1-300x241.jpg" alt="IMG-1" width="300" height="241" /></a>Akhir-akhir ini, media massa banyak sekali memaparkan kisah-kisah dan berita ibu bapa yang diabaikan oleh anak-anak mereka. Sebagai contoh, pada 15 Januari yang lalu, akhbar melaporkan seorang lelaki berusia 60 tahun yang menghidap penyakit buah pinggang telah ditinggalkan oleh anaknya di pusat hemodialisis di Kangar. Anak kepada lelaki tersebut tidak datang menjemput bapanya walaupun telah dihubungi oleh pusat dialisis tersebut. Ini merupakan salah satu daripada ribuan kisah yang mewarnai kehidupan masyarakat kita pada hari ini. Maka, tidak hairanlah jika istilah ‘Si Tanggang’ yang dahulunya hanya terdapat dalam buku cerita dongeng menjadi satu realiti pada hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menurut kajian yang dijalankan oleh Jabatan Kebajikan Perubatan Sosial, sehingga Oktober 2009, sebanyak 368 pesakit di Hospital Kuala Lumpur tidak dijemput oleh waris dan ahli keluarga apabila mereka dibenarkan pulang oleh pihak hospital.</p>
<p style="text-align: justify;">Statistik daripada Jabatan Kebajikan Masyarakat pula menunjukkan peningkatan bilangan warga emas yang menghuni rumah-rumah kebajikan  dan 30 peratus daripada penghuni ini dihantarke rumah kebajikan oleh anak kandung mereka sendiri. Dalam dunia yang serba moden dan canggih ini, tidak dinafikan bahawa masyarakat kita lebih mengutamakan urusan duniawi sehingga banyak mengabaikan aspek agama dan nilai moral dalam kehidupan mereka. Ramai di antara kita sanggup bersengkang mata bekerja, mengejar harta dan pangkat sehingga menyebabkan diri lupa untuk memenuhi salah satu tuntutan terpenting iaitu menjaga kebajikan dan berbakti kepada kedua ibu bapa. Ada anak-anak yang merasakan bahawa sudah cukup untuk mereka memenuhi tuntutan berbakti kepada ibu bapa hanya dengan menghantar duit ke kampung sedangkan apa yang diharapkan oleh ibu bapa ialah agar anak-anak mereka dapat meluangkan sedikit masa untuk menjenguk dan bertanya khabar berita.</p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya, hampir semua ibu bapa tidak meminta balasan terhadap segala jasa mereka mendidik dan membesarkan anak-anak. Sesungguhnya kasih sayang ibu bapa ialah kasih sayang yang ikhlas tanpa syarat. Dan sekiranya jasa ibu bapa hendak dihitung dengan nilai mata wang sekalipun, tiada nilai yang dapat membayar segala penat lelah dan pengorbanan mereka terhadap anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaubagaimanapun, Islam sendiri menuntut agar anak-anak berbuat baik dan berbakti kepada ibu bapa mereka sebagaimana firman Allah di dalam surah Al-Isra, ayat 23-24;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“</em><em>Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil&#8221;.</em></p>
</blockquote>
<p>Rasulullah juga pernah bersabda tentang keutamaan berbakti kepada kedua ibu bapa melebihi berjihad di jalan Allah dalam sebuah hadisnya yang bermaksud;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah bin Mas’ud beliau berkata: </em><em>&#8220;Aku bertanya kepada Nabi s.a.w, amalan manakah paling disukai Allah SWT? Baginda menjawab, solat pada waktunya. Saya bertanya lagi, kemudian apa? Baginda menjawab, kemudian berbakti kepada kedua orang tua. Saya bertanya lagi, kemudian apa? Baginda menjawab, jihad pada jalan Allah.&#8221; </em>(Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim).</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kita semua bertuah mempunyai ibu bapa, apatah lagi bagi mereka yang masih memiliki kedua-duanya walaupun usia sudah dewasa. Seharusnya kita bersyukur kepada Allah SWT di atas kurniaan yang telah diberikan-Nya. Dengan rahmat Allah melalui kedua ibu bapa, kita lahir ke dunia dan berpeluang mengecap kasih sayang serta kenikmatan hidup yang tidak terhingga. Justeru, sentiasalah berusaha untuk  melakukan kebaikan kepada kedua ibu bapa seperti menjaga hubungan dengan mereka dan menjaga kebajikan mereka, serta tidak menderhaka terhadap mereka selagi perintah mereka tidak bertentangan dengan syariat Islam.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapamu, hanya kepada-Kulah kembalimu” </em>(Surah Luqman: ayat 14).</p>
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<p>Hasil Nukilan</p>
<p style="text-align: justify;">Nur Faridah Zulkhaini,<br />
<em>Ahli PEMBINAmelaka.com,<br />
MMU.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pembinamelaka.com/v1/2010/02/26/si-tanggang-muncul-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

